Sunday, March 11, 2012

6 Nasehat dari Imam Al-Ghozali


6 Nasehat dari Imam Al-Ghozali

(Ilustrasi : Al-Ghozali)

Pada hari jumat kemarin saya mendapat pengetahuan agama yang bagus. Pengetahuan tersebut saya peroleh dari khotbah sholat jumat. Karena sangat bagus maka saya tertarik untuk membaginya.
Al-Ghozali adalah salah satu imam besar yang dimiliki oleh umat islam. Beliau memiliki pemahaman agama yang sangat baik. Diceritakan bahwa suatu waktu imam Al-Ghozali sedang berdiskusi dengan santri-santrinya. Beliau menanyakan enam pertanyaan penting kepada mereka. Pertanyaan pertama:  di dunia ini hal apakah yang paling dekat dengan kita? sebagian santri ada yang menjawab keluarga, ada juga yang menjawab teman, dan tetangga. Imam Ghozali menjawab: benar jawaban yang kalian sebutkan, tapi tahukah kalian bahwa hal paling dekat dengan kita adalah kematian. Ya, kematian bisa datang secara tiba-tiba. Tidak ada yang bisa menunda atau mempercepat kematian.
Pertanyaan kedua: apakah hal yang paling jauh dari kita? sebagian santri ada yang menjawab bulan, ada juga yang menjawab matahari dan bintang. Imam Ghozali menjawab: benar jawaban yang kalian sebutkan, tapi tahukah kalian bahwa hal paling jauh dengan kita adalah masa lalu. Kita tidak boleh terbuai dengan masa lalu dan fokus pada apa yang bisa kita lakukan hari ini. Dalam sebuah hadist kita diingatkan untuk menjadi orang yang beruntung yaitu orang yang amalannya hari ini lebih baik dari hari kemarin. Jangan sampai kita menjadi orang yang merugi, yaitu orang yang amalannya sama saja dengan hari kemarin. Terlebih lagi orang yang celaka, yaitu orang yang amalannya hari ini lebih buruk dari hari kemarin. Na’udzubillah.
Pertanyaan ketiga: apakah hal yang paling besar di dunia ini?  sebagian santri kembali ada yang menjawab bulan, ada juga yang menjawab matahari dan bintang. Imam Ghozali menjawab: benar jawaban yang kalian sebutkan, tapi tahukah kalian bahwa hal paling besar di dunia ini adalah hawa nafsu. Agar tidak menjadi orang yang celaka, kita bukan berarti harus menghilangkannya melainkan harus mampu mengendalikannya ke arah yang diridhoi Allah. Hal ini dikarenakan ada nafsu yang negatif dan positif. Banyak orang yang gagal untuk menahan gejolak hawa nafsu negatif sehingga melakukan berbagai penyimpangan di dunia. Namun hal itu bukan berarti membuat kita menyerah namun justru mendorong kita untuk terus berusaha untuk muhasabah.   
Pertanyaan keempat: apakah hal yang paling berat di dunia ini?  sebagian besar santri menjawab gunung. Imam Ghozali menjawab: benar jawaban yang kalian sebutkan, tapi tahukah kalian bahwa hal paling berat di dunia ini adalah amanah. Saat ini cukup sulit untuk menemukan orang yang bersifat amanah. Mungkin karena pengaruh materi duniawi sehingga tidak heran banyak orang yang menggunakan jabatannya untuk melakukan kecurangan dan tindakan yang hanya berusaha menguntungkan diri sendiri.
Pertanyaan kelima: apakah hal yang paling ringan di dunia ini?  sebagian santri ada yang menjawab kapas, ada juga yang menjawab angin dan debu. Imam Ghozali menjawab: benar jawaban yang kalian sebutkan, tapi tahukah kalian bahwa hal paling ringan itu adalah meninggalkan sholat. Saat ini agama hanya dianggap sebagai identitas semata tanpa direfleksikan dalam kehidupan nyata. Terkadang sholat hanya dilakukan untuk menggugurkan kewajiban saja. Padahal tahukah anda bahwa hal yang pertama di hisab oleh Allah adalah sholat kita. Jika sholat kita baik maka amala-amalan lainnya pun akan baik. Sholat yang khusyuk akan menjaga kita dari perbuatan maksiat. Oleh karena itu, jika kita masih banyak melakukan maksiat padahal sudah rajin sholat, bisa jadi karena sholat kita kurang khusyuk dan tidak memahami serta menghayati kandungan doa dalam sholat itu.
Pertanyaan keenam: apakah benda yang paling tajam di dunia ini?  para santri kompak menjawab pedang. Imam Ghozali menjawab: benar jawaban yang kalian sebutkan, tapi tahukah kalian bahwa benda yang paling tajam itu adalah lidah kita. Ada pepatah mengatakan “lidahmu, harimaumu” yang artinya jika kita tidak mampu menjaga lisan maka lisan tersebut menjadi penyebab kehancuranmu. Rasulullah SAW berpesan kepada kita untuk mejaga dua hal yang berada di antara dua bibir (yaitu lidah) dan diantara dua paha (yaitu kemaluan). Sudah tidak terhitung berapa fitnah yang keluar dari lidah. Oleh karena itu jagalah lisan kita. Minimal jika tidak bisa mengeluarkan kata-kata yang baik, kita cukup diam daripada berkata-kata yang sia-sia atau bahkan yang mencelakakan.
Demikian kisah dari imam kita imam Al Ghozali yang bisa saya sampaikan. Semoga ada hikmah yang bisa kita ambil dan menjadikan kita insan yang lebih baik lagi ke depannya. Amin ya Rabbal Alamin. 

No comments:

Post a Comment